1926
Perkumpulan Vereniging van Indische Artsen berubah namanya menjadi Vereniging Van Indonesische Genesjkundigen (VGI). Perubahan ini berlandaskan rasa nasionalisme dokter pribumi yang ingin mempersamakan kedudukan dengan dokter Belanda.
1940
VIG mengadakan kongres di Solo, menugaskan Prof. Bahder Djohan untuk memikirkan istilah baru dalam dunia kedokteran serta memperjuangkan kesetaraan gaji dokter pribumi.
30 Juli 1950
Atas usul Dr. Seno Sastromidjojo dibentuklah panitia Muktamar Dokter Warganegara Indonesia yang bertujuan mendirikan wadah representasi dokter Indonesia.
22-25 September 1950
Muktamar pertama IDI (MIDI) digelar di Deca Park Jakarta. Dr. Sarwono Prawirohardjo terpilih menjadi Ketua Umum IDI pertama.
2025
Muktamar XXXII di Mataram mengukuhkan DR. Dr. Slamet Budiarto, SH., MH.Kes sebagai Ketua Umum PB IDI Masa Bakti 2025-2028.